BI KEDIRI DAN UNISKA MENGGANDENG BRMP JATIM SEBAGAI SALAH SATU JURI PENILAIAN KKN SIGAP PANGAN 2025
Dalam rangka mendukung kemandirian pangan, hilirisasi produk, dan penguatan kapasitas masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Bersama Universitas Islam Kadiri (UNISKA) menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) SIGAP Pangan 2025. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melakukan edukasi dan pendampingan Masyarakat desa untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan melalui hilirisasi.
Delegasi BRMP Jatim Lailatul Isnaini, S.TP. M.TP beserta Dr. Titik S,P. MP Dosen Fakultas Pertanian UNISKA berindak sebagai dewan juri dalam penilaian karya peserta yang diikuti oleh 28 peserta KKN SIGAP terdiri dari 9 Kecamatan yang berasal dari Kediri Kota/Kabupaten, Kabupaten Trenggalek dan Tulungangung. Babak penyisihan sudah dilakukan melalui online pada tanggal 21 Agustus 2025 diperoleh 5 finalis yang masuk ke babak final. Hari ini kelima finalis diundang Ke Bank Indonesia Kediri untuk mempresentasikan hasil kegiatannya dihadapan dewan juri. Komponen penilaian meliputi inovasi & kreativitas produk , Kualitas & nilai tambah produk, Analisis bisnis & keberlanjutan, Penyajian presentasi serta kerja sama tim & profesionalisme.
Setelah kelima finalis mempresentasikan hasil karnyanya maka diperoleh pemenangnya yaitu Juara I Kecamatan Watulimo Trenggalek (Yosss Tongkol), Juara II Kecamatan Plosoklaten Kediri (Sambal Cumi Brenggolo), Juara III Kecamatan Tanggung Gunung Tulungagung (Abon Tuna Srundeng), Harapan I Kecamatan Ngasem Kediri (Chili Oil) dan juara Harapan II Kecamatan Campurdarat Tulungagung (Naget Patin).
Manfaat potensi daerah lewat hilirisasi produk justru berkontribusi pada stabilitas dan pengendalian inflasi, bukan menyumbang inflasi secara negatif, karena mampu meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan devisa negara dan daya saing global. Hilirisasi produk pertanian dan sumber daya alam lainnya akan menghasilkan produk bernilai jual lebih tinggi, membuka peluang pasar, dan menyerap tenaga kerja, sehingga ekonomi daerah lebih stabil dan Sejahtera